Skip to main content

Posts

MENDIDIK ANAK SESUAI USIA (PERTEMUAN 5-6)

PERTEMUAN 5 Fase 2- 7 Tahun merupakan fase emas Pendidikan anak Fase 2-7 Tahun merupakan fase bermain anak, hendaknya orang tua memfasilitasi, mendukung dan membebaskan anak-anak untuk bermain Nabi menunjukkan kasih sayang dan biasa bermain dengan anak-anak menunjukkan sifat mulia beliau pada anak-anak Nabi pernah menggendong Umamah saat beliau sedang shalat, dalam hadis ini nabi menunjukkan kasih sayang pada anak dan menggandengkannya dengan aktivitas shalat, begitupula nabi pernah sujud lama karena cucu beliau sedang duduk lama diatas punggungnya saat nabi sujud Hadis diatas menunjukkan toleransi Nabi yang tinggi pada anak-anak, walaupun nabi sedang shalat beliau tetap memberikan hak anak-anak Inti utama fase perkembangan 2-7 tahun ialah orang tua hadir dan aktif menemani anak-anak bermain sehingga mereka merasa aman dan gembira dalam bermain Peneliti menjelaskan bahwa penyimpangan psikis anak karena kesalahan Pendidikan dan pengasuhan usia 2-7 tahun Diantara sifat ...
Recent posts

MENDIDIK ANAK SESUAI USIA (PERTEMUAN 1-3)

  PERTEMUAN 1 Mendidik anak memiliki tekhnik dan seni yang harus dipahami oleh orang tua Manusia memiliki fase-fase dari anak-anak, remaja, dewasa dan lansia yang memiliki kekhususan masing-masing Ibu yang mengandung harus membagi waktunya untuk me time, couple time dan social time Di fase mengandung seorang suami/istri mesti memperbanyak taubat kepada allah, mempelajari ilmu parenting, menemani dan menjaga istri, lebih sabar menghadapi istri, menunjukkan perhatian sepenuh hati, serta memenuhi kebutuhan istri dan mempersiapkan diri menjelang persalinan Saat buah hati telah lahir ada beberapa hal yang mesti dilakukan suami/istri a.       Mensyukuri kelahiran bayi sebagai anugerah dari allah b.       Membagikan kabar gembira kepada keluarga c.        Menyayangi anak dengan penuh kasih saying d.       Menunaikan hak anak seperti memberi nama yang baik e. ...

CEPATNYA WAKTU BERLALU

  Sumber gambar : UII.ac.id

PROFIL WAHYU SYAHRIR (PENYULUH AGAMA KEMENAG KAB. KEPULAUAN SELAYAR)

  Data Diri Nama : Wahyu Syahrir  Tempat/Tanggal lahir : Ele, 09 Maret 1996  Jenis Kelamin : Laki-Laki  Kewarganegaraan : Indonesia  IPK : 3.64 (S1 Bimbingan dan Penyuluhan Islam)  Agama : Islam Atatus : Menikah  Alamat : Desa Bontobulaeng, Kec. Pasimasunggu Timur, Kab. Kepulauan Selayar No. HP : 085 398 873 566  Email : wahyusy1@gmail.com  Sosial media :  Instagram : @wahyuabushalih Facebook : Wahyu Abu Shalih Riwayat Pendidikan :  1. SDN Centre Ele, Dusun Ele, Desa Lompo Tengah, Kec. Barru, Kab. Barru (2002-2008)  2. SMP Negeri 2 Tanete Riaja (2008-2011)  3. SMK Negeri 1 Barru (2011-2014)  4. UIN Alauddin Makassar (2014-2019)  Riwayat Organisasi :  1. Anggota Bid. Agitasi dan Propaganda Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komisariat UIN Alauddin Makassar (2015-2016)  2. Anggota Bid. Hubungan Masyarakat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat UIN Alauddin Makassar (2016-2017)  3. Angg...

Peran Media dalam Komunikasi Dakwah

(Sumber Gambar : https://www.zawiyahjakarta.or.id/books/media-dakwah-di-era-digital/) MEDIA DAN KOMUNIKASI DAKWAH by rasdi jabir

BDK Makassar Laksanakan PJJ Media Penyuluhan untuk Para Penyuluh Agama

Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar mengadakan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Media Penyuluhan yang diikuti oleh para penyuluh agama. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi penyuluh dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana penyampaian informasi, edukasi, dan dakwah kepada masyarakat di tengah perkembangan era digital. Salah satu materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut adalah pembuatan blog menggunakan platform Blogger.com . Materi ini disampaikan oleh Bapak Asep Saefulloh , selaku Widyaiswara BDK Makassar. Peserta diberikan pemahaman mengenai dasar-dasar pembuatan blog, pengelolaan konten, hingga pemanfaatan blog sebagai media publikasi kegiatan dan materi penyuluhan agama. Dalam penyampaiannya, Bapak Asep Saefulloh tidak hanya memberikan penjelasan secara teoritis, tetapi juga mengarahkan peserta untuk melakukan praktik secara langsung. Para penyuluh dibimbing untuk mengenal berbagai fitur Blogger.com serta memahami bagaimana m...

MENJAGA TAUHID ULUHIYAH (PERTEMUAN 7)

  Hendaknya seorang muslim memohon husnul khatimah kepada allah dan dikokohkan dalam iman Tauhid uluhiyah ialah mengesakan allah dalam hal peribadatan kepadanya, menyembah dan berdoa, meminta, berharap, istianah dan istighatsah hanya kepada allah semata Tauhid uluhiyah disebut pula tauhid ibadah orang-orang musyrik menyimpang dalam hal tauhid uluhiyah walaupun secara tauhid rububiyah mereka meyakini allah sebagai pencipta, pengatur dan yang berkuasa diatas alam semesta ini orang-orang musyrik tidak mau meninggalkan sembahan-sembahan selain allah karena kejahilan mereka dan hawa nafsunya seorang muslim hendaknya menjaga tauhid uluhiyahnya sesuai dengan makna dalam surah al fatihah ''Iyyakana'budu wa iyyakanastain" Manusia mesti menyembah kepada allah dan meminta pertolongan kepada allah dalam urusan dunia, akhirat dan agamnya begitupula hendaknya untuk menguatkan keistiqomahan diatas keimanan rusaknya akidah walaupun sedikit sangat berbahaya untuk keselamatan diri kita ...

RINGKASAN FIQH MUAMALAH YAQUT NAFIS (PERTEMUAN 1 - 5)

  Islam mengatur jual beli dengan lengkap dan jelas agar manusia satu dengan yang lain tidak saling menzalimi Al Bai = Jual dan beli secara istilah Al Bai ialah pertukaran harta antara penjual dan pembeli yang memiliki menghasilkan perpindahan barang atau manfaat (jasa) yang dimiliki selama-lamanya Akad dalam jual beli = yakni ijab kabul antara 2 orang yang menghasilkan pertukaran barang / manfaat (jasa) yang ditukarkan 1. barang 2. manfaat/jasa perbedaan jual beli dan sewa menyewa ialah pada kepemilikian barang/manfaat, saat jual beli kepemilikan barang/jasa diterima selama-lamanya oleh kedua belah pihak sedangkan pada sewa menyewa kepemilikan barang/manfaat hanya dimiliki sementara waktu Syarat objek yang akan dijual beli 1. suci atau dapat dihilangkan najis yang ada padanya 2. dapat dimanfaatkan baik secara syar'i maupu urfi Khamr tidak sah untuk dijual belikan karena najis (dalam pendapat syafiiyah), begitupula anjing dan babi, darah, bangkai, semua jenis najis tidak boleh diju...

LANJUTAN PEMBAHASAN TAUHID ULUHIYAH (PERTEMUAN 6)

Tauhid uluhiyah disebut pula tauhid ibadah seorang muslim harus memahami bahwa semua ibadahnya hanya untuk allah semata, ia meminta, berharap, berdoa, memohon perlindungan dan pertolongan, memohon keselamatan semua ditujukan kepada allah semata orang musyrik yakin akan rububiyah allah tapi menyimpang dari segi tauhid uluhiyah karena kejahilan dan mengikuti hawa nafsu serta mengikuti nenek moyang yang mereka yakini benar Orang-orang jahiliah tidak mau mengikuti dakwah tauhid yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam karena terlanjur mengikuti kesyirikan nenek moyangnya seorang muslim mesti berusaha istiqomah dengan tauhidnya dan menghindari syirik sebab satu kesyirikan dapat menjerumuskan manusia ke dalam neraka selama-lamanya ***

TAUHID ULUHIYAH (PERTEMUAN 5)

Ringkasan Materi Pertemuan 5 Dalam hal rububiyah banyak manusia yang menyakini akan kekuasaan dan sifat rububiyah allah namun, mereka menyimpang dalam hal uluhiyah kepada allah Tauhid Uluhiyah ialah mengesakan allah dalam hal uluhiyahnya yakni berdoa, meminta, menyembah, beribadah semata-mata kepada allah makna ibadah ialah kesempurnaan ketundukan dan kerendahan kepada allah dengan melakukan amal-amal yang dicintainya dan diridhainya makna lain dari ibadah ialah semua amal zhahir maupun bathin yang diridhoi oleh allah dan dicintai oleh allah berupa melakukan perintah dan menjauhi larangan ibadah disusun oleh mahabbah, khauf dan raja mahabba = cinta kepada allah khauf = takut kepada allah raja = berharap hanya kepada allah tanya jawab : 1. tidak meyakini satu bagian dari rukun iman maka pelakunya kafir 2. takdir manusia telah ditentukan sebelum manusia hidup diatas muka bumi ini 3. hendaknya semangat dalam beribadah dan memohon agar dapat masuk ke dalam surga, karena tidak ada jaminan s...

TENTANG PENULIS